bukannya berusaha menidurkan, aku malah tergoda untuk membaca2 jurnalku di friendster.
kumpulan kisah dan tulisan lama.
ada banyak kisah tertulis disana, dan sambil membacanya aku tak habis bersyukur, akan begitu banyaknya proses yang sudah kualami, dan begitu banyak pembelajaran yang sudah aku pelajari.
tiba2 teringat suatu kalimat,
"saat keluargamu mungkin tidak bisa mengajarimu arti kata percaya, maka seseorang yang tidak berhubungan darah sama sekali denganmu, mungkin akan mengajarkannya"
pikiranku tertuju pada seseorang, yang mengajariku begitu banyak hal, yang terbesar adalah mengenai mempercayai dan dipercayai.
orang itu, yang tidak ada hubungan darah sama sekali denganku, tidak mungkin aku kenal jika aku tidak berkecimpung di kampus dan kehidupan yang kupilih.
aku bersyukur karena aku pernah mengenal dia.
hanya ucapan terimakasih yang bisa kukirimkan padanya, dan melalui pesan2 yang keluar masuk di inbox ku itu, hatiku terasa begitu sejuk.
dan aku semakin yakin, bahwa yang dianggap saudara itu tidaklah mesti ada hubungan darah. yang dianggap sahabat ataupun saudara, mungkin tidak selalu ada disamping kita, tapi dia akan selalu ada. orang yang tidak akan lelah akan kita, walopun kadang ada kalanya mangkel2an juga.
sahabat itu seperti udara, ngga selalu terasa, tapi memang ada. =)
0 komentar:
Poskan Komentar